Rabu, 13 Mei 2009

Ada Hitam,,Ada Putih??!

Ditengah menghadapi krisis global,,ada sebagian orang yang semakin miskin tetapi sebagian orang juga ada yang semakin kaya….

Setelah pemilu legislatif 2009, para politisi-politisi kita saling berebut kekuasaan,,why?karena uang?gila hormat?ato pengen disegani??

Dunia hiburan kita??
kaya akan karya-karya baru, grup band baru bermunculan..tapi diikuti pula dengan gosip-gosip yang tak sedap..berita perceraian,,saling tuding, perselingkuhan…

Mungkin memang,,
segala yang baik pasti ada keburukannya juga…
tidak mungkin putih tanpa noda…

Mungkin kedengarannya klise,,
tapi ini semua memeng tergantung bagaimana kita menyikapinya…
Tutupi keburukan dengan kebaikan…
Semuanya saling melengkapi…
bersyukurlah dengan apa yang kamu punya…Manusia pasti akan diliputi berbagai masalah,,HADAPI MASALAH ITU DENGAN SEGALA KEMAMPUAN TERBAIK KITA….

Dunia itu Sempit atau Luas???

Ada yang bisa memberi pendapat?
Kadang kita berpikir dunia itu pazti luas,,
tapi kadang tanpa disangka-sangka dan direncanakan,qt akan selalu bertemu dan berurusan dengan orang yang sama, seakan-akan dunia itu sempit bangetz…
Tapi kadang juga kita berpikir dunia itu tenyata luazz banget,,klo kita pengen ktemu orang yang jauh dari kita,,itu rasanya ga akan pernah ktemu tanpa direncanakan…(kangen.!!T_T)
Tapi itulah mungkin hidup…
Ada rahasia Illahi di dalamnya…
Yakinlah akan semua itu!!

Analisa Zat Warna

1. Pengertian Bahan Pewarna
Bahan pewarna secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yang diwarnainya. Bahan pewarna pada umumnya memiliki bentuk cair dan larut di air. Pada berbagai situasi, proses pewarnaan menggunakan mordant untuk meningkatkan kemampuan menempel bahan pewarna.
Salah satu penggunaan bahan pewarna adalah sebagai bahan pewarna makanan. Pewarna makanan digolongkan sebagai aditif makanan sehingga diproduksi dengan standar tinggi-tidak seperti pewarna untuk industri. Pewarna makanan dapat berupa pewarna jenis direct, mordant dan vat, dan penggunaannya secara ketat dikontrol hukum. Pewarna makanan dapat juga berasal dari alam.
Zat warna/pewarna makanan secara umum dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu : zat warna alami, zat warna yang identik dengan zat warna alami, dan zat warna sintetis.
1. Zat Warna Alami
Zat warna alami adalah zat warna yang diperoleh dari tumbuhan,hewan, atau dari sumber-sumber mineral. Zat warna ini telah sejak dahulu digunakan untuk pewarna makanan dan sampai sekarang umumnya penggunaannya dianggap lebih aman daripada zat warna sintetis. Jenis zat warna alami yang sering digunakan untuk pewarna makanan antara lain ialah : karotenoid, antosianin, kurkum, biksin, karamel, titanium oksida, cochineal, karmin dan asam karminat.
2. Zat Warna yang Identik dengan Zat Warna Alami
Zat warna ini masih satu golongan dengan kelompok zat warna alami, hanya zat warna ini dihasilkan dengan cara sintesis kimia, bukan dengan cara ekstraksi atau isolasi. Jadi pewarna identik alami adalah pigmen-pigmen yang dibuat secara sintetis yang struktur kimianya identik dengan pewarna-pewarna alami. Yang termasuk golongan ini adalah karotenoid murni antara lain canthaxanthin (merah), apo-karoten (merah-oranye), beta-karoten (oranye-kuning). Semua pewarna-pewarna ini memiliki batas-batas konsentrasi maksimum penggunaan, terkecuali beta-karoten yang boleh digunakan dalam jumlah tidak terbatas.

3. Zat Warna Sintetis
Berdasarkan rumus kimianya, zat warna sintetis dalam makanan menurut “Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives” (JECFA) dapat digolongkan dalam beberapa kelas, yaitu : azo, triarilmetana, quinolin, xanten dan indigoid.
Kelas azo merupakan zat warna sintetis yang paling banyak jenisnya dan
mencakup warna kuning, oranye, merah, ungu, dan coklat, setelah itu kelas
triarilmetana yang mencakup warna biru dan hijau.

2. Analisa Zat Warna Makanan
Analisa zat warna makanan dapat dilakukan dengan metode kromatografi. Kromatografi adalah suatu nama yang diberikan untuk teknik pemisahan tertentu. Cara yang asli telah diketengahkan pada tahun 1903 oleh TSWETT, ia telah menggunakan untuk pemisahan senyawa-senyawa yang berwarna, dan nama kromatografi diambilkan dari senyawa yang berwarna.
HPLC adalah salah satu inovasi dari kromatografi cairan. HPLC (Kromatografi cairan Penampilan Tinggi) adalah kromatografi cairan modern, memiliki daya pemisahan yang tinggi dan kecepatan analisis dicapai dengan pertolongan fase-fase stasioner yang secara teknologis inovatif, yang memungkinkan fase gerak berkecepatan tinggi.
Dari sumber yang kami peroleh, telah dilakukan analisis beberapa zat warna sintetik dari beberapa makanan dan minuman yang beredar di kota Bandung secara kromatografi cair kinerja tinggi dengan sistem fase balik, kolom C-18, fase gerak metanol:air (30:70) pada panjang gelombang 254 nm. Zat warna tersebut diisolasi mula-mula dengan isoamilalkohol pada pH 1, kemudian berturut-turut dengan n-heksan dan air. Hasil menunjukkan bahwa kadar kuning kuinolin dalam limun dan jeli berturut-turut adalah 9,46 mg/1 dan 1,07 mg/kg; jingga G dalam limun, jeli, dan saus berturut-turut adalah 3,39 mg/1, 3,78 mg/kg, dan 4 mg/kg; karmoisin dalam limun 3,43 mg/l; dan auramin dalam adonan tepung pisang goreng 3,81 mg/kg.

Sumber : http://my.yahoo.com, http://reader.google.com, http://360.yahoo.com
www.lib.itb.ac.id

Hidup adalah Perjuangan...

Awal kita menghirup udara di dunia ini pun, disertai perjuangan ibu kita untuk dapat melahirkan kita dengan selamat..
Sejak kita lahir di dunia kita pun membutuhkan makanan dan minuman. Misal,waktu kita bayi, kita selalu menangis jika kita haus atau lapar. Saat itu menangis adalah usaha yang kita lakukan agar orangtua kita tau bahwa kita haus atau lapar….
Sampai sekarang pun kita selalu berusaha agar kebutuhan kita bisa terpenuhi….
Semua tidak dapat terpenuhi tanpa dengan usaha dan perjuangan. Perjuangan itu pun harus disertai dengan doa. Pasti pun orangtua kita selalu mendoakan yang terbaik untuk kita..
Tanpa orang lain kita juga tak dapat hidup. Dalam dunia ini segalanya terasa mudah dan menyenangkan jika kita kita bersama-sama dengan orang lain. Jadi janganlah hanya berpikir untuk diri sendiri tapi berpikirlah juga untuk orang lain…
Hidup ini harus kita jalani dengan seimbang. Kita harus berusaha menyeimbangkan segalanya, misalnya seimbang dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, seimbang lahir batin, seimbang pikiran dan kelakuan, dll…

Jadi yang dapat diambil dari semua ini adalah hargailah hidupmu, jangan sia-siakan hidupmu, berikan warna yang kamu suka untuk hidupmu, berikan yang terbaik untuk orang-orang yang telah ada di belakangmu, berbuatlah kebaikan untuk semuanya dan yakinlah bahwa Allah akan selalu menyertai orang yang berbuat kebaikan..

Let’s do it !!